Keluarga

Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat.  Membentuk keluarga adalah membentuk tim yang nantinya akan mengambil peran dalam masyarakat.  Bagaimana kita mempersiapkan diri dalam menyambut datangnya waktu itu? (bagi yang belum berkeluarga). Waktu ini harus lebih bermakna. Mempersiapkan diri dengan agama yang lebih sempurna, menjadi lebih baik, senantiasa menjaga niat, menjaga diri dari orang-orang yang berpotensi menggoda keimanan.  Agar nanti pun kita dipertemukan dengan seorang yang sempurna agamanya, baik akhlaknya dan bagus niatnya, agar nanti dapat bersama-sama menjalankan peran dalam kehidupan ini, sebagai hamba Allah subhanahu wa ta’ala. Menggapai redhoNya, meraih cintaNya. Subhanallah…

Diterbitkan di:  on Februari 2, 2010 at 4:38 am Komentar (1)
Tags: , , , , , ,

Hati,

“Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian”, padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, pada hal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.” (Q.S Al Baqarah: 8-10)

Yang paling mahal dalam hidup ini adalah hati yang bersih.  Jangan bergaul dengan seorang teman karena ia kaya, punya popularitas, atau karena ia memiliki pangkat dan atau jabatan.  Cukuplah bergaul untuk membina silaturrahmi, bukan berharap untuk menjadi kaya pula karena kekayaan sang teman, atau ingin menjadi ikut terkenal karena popularitasnya. Kedekatan dengan Allah adalah urusan yang sangat pribadi.  Tidak perlu dikasih tahu kepada orang lain.  Allah Yang Maha Tahu isi hati hamba-hambaNya.

“Ya Rabb, jadikan Qolbun Salim menaungi hati-hati kami, bimbing kami dalam memanfaatkan sisa usia yang sedang Engkau titipkan ini, dengan tetap menjaga kebersihan hati kami, demi menggapai cintaMu, meraih redhoMu.

Aamiin..


Diterbitkan di:  on Januari 29, 2010 at 9:53 am Komentar (1)
Tags: , , , , , , ,

Amal

Inti dari ihsan adalah ikhlas.  Beramal dengan ikhlas adalah hakikat agama dan kunci dakwah para Rasul.  Memurnikan ketaatan dan ikhlas kepadaNya dalam menjalankan agama yang lurus.  Allah menciptakan kehidupan, karena Allah ingin menguji kita tentang keimanan dan keikhlasan kita dalam menjalaninya.

Ahsanu ‘amala adalah amal yang dilakukan sesuai dengan tuntunan yang diajarkan oleh Allah dan RasulNya.

  1. Luruskan niatnya, semua amal itu tergantung niatnya.  Maka kita harus selalu mempunyai niat yang fokus karena Allah subhanahu wa ta’ala.  Apapun yang Allah embankan kepadanya, ia ikhlas dalam menjalankannya.
  2. Tidak cukup dengan ikhlas saja, namun perhatikan pula caranya (harus sesuai dengan aturan Allah dan RasulNya).  Tidak menambah-nambah ibadah yang lain dari seharusnya. Seperti: solat subuh yang 2 rakaat –>kerjakan 2 rakaat (jangan di tambah atau dikurangi seenaknya, kecuali tambahan Qabla dan Ba’da).  Menjaga amal yang telah dilakukan di awal, diperjalanannya dan atau di akhirnya.  Menjaga hati selalu dalam pandangan Allah, tak harap pujian.  Ketika tiba-tiba hal itu terjadi, segeralah beristighfar dan introspeksi diri, karena hanya Allah Yang Maha Tahu keikhlasan seorang hamba.  Wallaahu a’lam bish shawab.

Visi: “Semua sisi kehidupan kita dan setiap detik waktu yang kita miliki niatkan untuk ibadah”/ Hal kecil yang diniatkan ibadah berbalas pahala yang sempurna di sisi Allah subhanahu wa ta’ala. Amiin/

Diterbitkan di:  on Januari 27, 2010 at 9:31 am Tinggalkan sebuah Komentar
Tags: , , , , , , , ,

Messages to 1kepinghati, 52

Sahabat muslimah:

  1. Istri yang baik adalah yang mampu meredam amarah waktu suaminya baru pulang dari kerja, meski mungkin suaminya punya kesalahan.
  2. Ketika suami marah, sebaiknya istri juga tidak membalas dengan kemarahan, begitu juga sebaliknya. Karena amarah ibarat api yang bisa diredam dengan air (kesabaran)
Diterbitkan di:  on Oktober 9, 2009 at 7:01 am Komentar (4)
Tags: , , ,

Messages to 1kepinghati, 51

Sahabat Muslimah:

  1. Seorang wanita yang ditinggal suaminya karena meninggal dan habis masa iddahnya, boleh menerima lamaran laki-laki lain (Q.S Al Baqarah: 235)
  2. Masa iddahnya (menanti) yang ditetapkan Allah bagi seorang istri yang ditinggal suaminya karena meninggal adalah 4 bulan 10 hari (Q.S Al Baqarah: 234)
Diterbitkan di:  on Oktober 6, 2009 at 7:38 am Komentar (1)
Tags: , , ,

Messages to 1kepinghati, 50

Sahabat Muslimah:

  1. Islam menganjurkan bagi kaum laki-laki beriman agar tidak menikah dengan kaum wanita yang tidak seiman. (Q.S Al Baqarah:221)
  2. Istri boleh menampakkan auratnya (dalam batas-batas yang wajar) antara lain pada: ayah, ayah mertua, putra-putra, saudara laki-laki, kakek dan kakek suami (intisari Q.S Al Ahzab: 55)
  3. Peran seorang istri adalah memotivasi pada pekerjaan dan karier suaminya.  Sedang peran seorang suami adalah mendukung menciptakan suasana harmonis dalam rumah tangga.
Diterbitkan di:  on Oktober 5, 2009 at 9:43 am Tinggalkan sebuah Komentar
Tags: , , , ,